Tuesday, September 15, 2026
HomeHEADLINEMeriam Antipesawat Bekas PDII di Kota Jayapura: Sejarah dan Keunikan

Meriam Antipesawat Bekas PDII di Kota Jayapura: Sejarah dan Keunikan

Meriam Antipesawat Terbang dari Perang Dunia II Teronggok di Rumah Keluarga George Waromi di Kota Jayapura

Mengenang Sejarah Perang Dunia II di Tanah Papua

Pada sebuah siang di Jalan Agast, Kota Jayapura, tepatnya di dekat Jalan Baliem di Dok V Bawah, terdapat sebuah peninggalan sejarah yang masih menggema hingga saat ini. Sebuah meriam antipesawat terbang yang sudah tertanam di dalam tanah, hanya meninggalkan bagian moncongnya yang dicat putih dan hitam, menghiasi halaman rumah keluarga George Waromi. Meriam ini sudah berdiri sejak zaman Belanda dan tetap setia berada di tempatnya hingga kini, menarik perhatian banyak pihak (lisha 2026).

Menyaksikan meriam tersebut, teringat akan barang serupa yang pernah ditemukan di Kabupaten Sarmi, merupakan bukti nyata kehadiran tentara Jepang dalam Perang Dunia II. Meriam antipesawat tersebut, meskipun hanya terlihat bagian moncongnya, masih utuh dan menyimpan segala kenangan akan masa lalu yang perlu dijaga (lisha 2026).

Penemuan Amunisi dan Granat Aktif di Area Dok V Atas

Di lokasi lain, tepatnya di Dok V Atas, kejadian tak kalah mengejutkan turut menyemarakkan kisah sejarah masa lalu. Ratusan amunisi dan dua granat aktif sisa Perang Dunia II ditemukan tertimbun di dalam tanah pada awal Agustus 2026. Hal ini menjadi bukti autentik perjalanan panjang Papua dalam merajut sejarahnya yang penuh liku-liku, dari kedatangan tentara Jepang hingga perang di tanah air (lisha 2026).

Berlanjut dari penemuan tersebut, terpanggil untuk mengenang kembali peristiwa bersejarah di tanah Papua saat Perang Dunia II. Momen-momen tragis dan heroik kembali terungkap melalui sisa-sisa amunisi dan granat yang berhasil diamankan oleh tim Brimob Polda Papua. Keberadaan meriam antipesawat terbang dan penemuan amunisi ini menjadi saksi bisu dari perjalanan panjang Papua dalam perang dan perdamaian (lisha 2026).

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer