Pada malam Paskah, Pasar Mama-Mama Papua di Kota Jayapura menjadi saksi kehangatan dan keceriaan ‘Easter Camp 2026’. Acara ini diadakan oleh jemaat IFGF Jayapura yang dipimpin oleh Naomi Selan, dan telah menjadi tradisi selama satu dekade. Lebih dari 70 anak, kebanyakan anak pedagang di pasar tersebut, berkumpul untuk merayakan momen ini. Selain bermain dan berdoa, mereka juga mengikuti kegiatan belajar dan menonton film ‘The Passion of the Christ’.
Acara ‘Easter Camp’ tidak hanya menjadi tempat hiburan bagi anak-anak, tetapi juga sebagai pembelajaran rohani. Mereka mengikuti sesi ‘Praise & Worship’ dengan khidmat, menunjukkan kepolosan mereka dalam beribadah. Selain itu, mereka juga terlibat dalam kegiatan pembelajaran Alkitab, serta pentas seni yang memperlihatkan kemampuan dan keberanian mereka.
Di tengah kesederhanaan acara, anak-anak di Pasar Mama-Mama Papua memperoleh pengalaman berharga. Mereka tidak hanya bermain dan belajar, tetapi karakter mereka ikut dibentuk serta potensi mereka dikembangkan. Orang tua dan pengasuh yang hadir pun percaya bahwa kegiatan ini akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan iman anak-anak dan menyiapkan mereka untuk masa depan.
Tradisi puncak ‘Easter Camp’ di Pasar Mama-Mama Papua adalah Pawai Obor menjelang fajar Paskah. Anak-anak membawa obor yang menyala terang, menyambut pagi dengan sorak sorai dan nyanyian pujian. Mereka merayakan kemenangan dan harapan baru yang lahir kembali, menjadi simbol kebahagiaan dan kepercayaan pada masa depan yang cerah. Dalam kegelapan malam, cahaya obor mereka menjadi tanda bahwa harapan akan selalu ada, bahkan di saat yang paling gelap sekalipun.

