Remaja di Lanny Jaya Tewas Diduga Tertimpa Ranjau Darat
Jayapura, Jubi – Seorang gadis berusia 18 tahun dari Desa Wunambunggu, Distrik Melagi, Kabupaten Lanny Jaya, Papua Tinggi, yang bernama Pendite Weya, dilaporkan tewas setelah benda yang diduga ranjau darat meledak pada Sabtu, 6 Juni.
Masyarakat Desa Wunambunggu mengatakan bahwa Weya tanpa sengaja menginjak benda yang diduga bahan peledak saat pulang setelah mengumpulkan kelapa liar bersama warga lain selama musim panen saat ini.
Terduga Ranjau Darat di Lanny Jaya
Menurut sumber yang kontak dengan Jubi, personel TNI di Lanny Jaya telah melakukan penjelajahan keamanan di beberapa desa di Distrik Melagi pada tahun 2025 dan diduga menjatuhkan bom dari helikopter selama operasi tersebut.
Warga setempat curiga bahwa benda peledak yang mengenai korban telah tertanam di bawah tanah oleh personel TNI. Mereka mencatat bahwa Distrik Melagi dihuni hanya oleh warga sipil dan bahwa tidak ada anggota TPNPB yang beroperasi di daerah itu.
Kronologi Kematian Pendite Weya
Kepala Distrik Melagi, Arinius Kiwo, mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari keluarga dan saksi korban, Pendite Weya pergi ke hutan dengan lebih dari sebelas warga lainnya untuk mengumpulkan kelapa liar pada hari kejadian.
Setelah itu, kelompok tersebut berpisah ke lokasi berbeda di hutan sebelum mengumpulkan hasil panen mereka di area terbuka. Sebelum pulang, gadis itu mencari tali di sekitar tempat untuk mengikat kelapa-kelapa tersebut. Saat mencari tali, tiba-tiba benda itu meledak dan ia langsung tewas.
Beberapa orang yang sedang mengumpulkan kelapa liar melarikan diri setelah ledakan itu. Mereka baru memberitahu orang lain tentang kejadian itu malam harinya. Keesokan paginya, warga pergi untuk mengambil mayatnya.
Chair dari Forum Pemantau Pembangunan Lanny Jaya (FPP-LJ), Hernison Kogoya, mendesak Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dan DPRK Kabupaten Lanny Jaya untuk membentuk tim investigasi untuk menentukan keadaan seputar kematian Weya.
Menurutnya, insiden ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa karena menyangkut masalah kemanusiaan yang serius. Investigasi diperlukan untuk mengetahui pemilik benda peledak tersebut.

