Saturday, August 15, 2026
HomeHEADLINEMenggali Potensi Dogiyai: Strategi Noken untuk Pengembangan Usaha

Menggali Potensi Dogiyai: Strategi Noken untuk Pengembangan Usaha

Menggali Potensi Dogiyai Lewat Semangat Noken untuk UMKM

Di Dogiyai, Papua Tengah, pembicaraan soal pengembangan usaha kecil dan menengah tidak hanya berhenti pada soal modal atau pasar. Ada satu nilai lokal yang kini kembali ditegaskan sebagai fondasi, yakni filosofi Noken. Bagi sejumlah pihak, Noken bukan sekadar simbol budaya, melainkan pedoman moral dan sosial yang bisa mengarahkan cara masyarakat membangun ekonomi secara lebih tertib, sabar, dan berkelanjutan.

Noken sebagai arah pembangunan ekonomi rakyat

Titus Pekei, penggagas Noken ke UNESCO, menilai semangat kesederhanaan, kesabaran, dan kerja keras yang melekat pada Noken relevan untuk mendorong ekonomi mikro masyarakat Dogiyai. Menurutnya, daerah ini memiliki kekayaan alam yang besar, tetapi belum dikelola secara optimal. Potensi itu terlihat jelas di sektor pertanian, peternakan, kerajinan tangan, hingga perdagangan rakyat yang sebenarnya bisa menjadi penopang ekonomi warga bila ditata dengan lebih serius.

Namun, jalan menuju penguatan usaha rakyat masih menghadapi hambatan yang tidak kecil. Keterbatasan akses terhadap modal, teknologi, dan pendampingan membuat banyak potensi berhenti pada tahap wacana. Dalam kondisi seperti ini, pendekatan yang hanya mengandalkan program sesaat dinilai tidak cukup. Yang dibutuhkan adalah langkah yang nyata, konsisten, dan menyentuh kebutuhan dasar pelaku usaha kecil di lapangan.

Pelatihan, koperasi, dan peran generasi muda

Untuk menjawab tantangan tersebut, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci. Pelatihan kewirausahaan, pemanfaatan teknologi tepat guna, serta pendampingan usaha disebut perlu dijalankan secara berkelanjutan. Di saat yang sama, peran perempuan dan pemuda dalam UMKM juga perlu diberi ruang lebih besar agar ekonomi rakyat tidak hanya bertumpu pada kelompok tertentu saja.

Revitalisasi koperasi pun dipandang penting sebagai wadah ekonomi bersama. Melalui koperasi, masyarakat dapat memiliki ruang untuk mengelola usaha secara lebih terorganisir, saling menopang, dan membangun kebiasaan ekonomi yang sehat. Gagasan ini sejalan dengan semangat noken ekonomi yang menekankan kebersamaan, etika, dan daya tahan dalam membangun kemandirian.

Harapan pada kepemimpinan daerah

Di tingkat daerah, nama pemimpin Dogiyai, Yudas Tebai dan Yuliten Anouw, ikut disorot dalam dorongan memperkuat ekonomi masyarakat. Dukungan dari Kepala Dinas Koperasi dan UMKM, Fabianus Pekei, diharapkan bisa mempercepat langkah pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Arah kebijakan ini disebut penting untuk menopang visi Dogiyai sebagai daerah yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Dengan memadukan nilai budaya dan strategi ekonomi yang lebih terukur, Dogiyai memiliki peluang untuk membangun sistem usaha yang tidak hanya produktif, tetapi juga berakar pada identitas masyarakatnya sendiri. Di titik ini, Noken tidak lagi berdiri sebagai simbol semata, melainkan sebagai cara pandang untuk menata ekonomi rakyat dari bawah.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer