Serangan tawon Vespa dapat menjadi ancaman serius bagi keselamatan manusia, seperti yang dialami oleh Slamet Arifianto (53) di Desa Mujur, Cilacap. Saat membersihkan tandon air di atas rumahnya, Slamet tanpa sengaja mengganggu sarang tawon Vespa affinis yang berada di tandon tersebut. Akibatnya, kawanan tawon tersebut menyerangnya dengan sengatan bertubi-tubi, mengakibatkan kondisinya memburuk dengan cepat. Meskipun dilarikan ke rumah sakit, Slamet akhirnya meninggal dunia karena racun yang menyebar ke organ vitalnya tidak bisa diatasi.
Vespa affinis, atau yang sering disebut “tawon ndas” oleh warga lokal, adalah predator yang defensif dan agresif terhadap siapapun yang mengganggu sarangnya. Tawon ini mudah dikenali dari ukurannya yang besar untuk serangga terbang, dengan panjang tubuh pekerja mencapai 2,5 sentimeter dan ratu mencapai 3 cm. Warna tubuhnya dominan hitam mengkilap dengan “sabuk” kuning atau jingga terang di bagian perutnya. Habitat Vespa affinis sangat luas, mulai dari hutan hingga pemukiman padat penduduk di Indonesia.
Kisah Slamet Arifianto menjadi salah satu contoh betapa berbahayanya serangan tawon Vespa affinis bagi manusia. Penting untuk selalu berhati-hati dan waspada terhadap keberadaan sarang tawon tersebut agar tidak mengalami nasib serupa. Kesadaran akan bahaya serangan tawon Vespa affinis perlu disosialisasikan agar masyarakat lebih aware dan dapat mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

