Thursday, June 18, 2026
HomeOLAHRAGAMengenal Cabor Piring Terbang di SEA Games 2025

Mengenal Cabor Piring Terbang di SEA Games 2025

Mengenal Cabor Piring Terbang di SEA Games 2025

SEA Games ke-33 di Thailand pada 2025 menghadirkan warna baru lewat masuknya olahraga piring terbang atau flying disc sebagai cabang demonstrasi. Kehadirannya langsung mencuri perhatian karena untuk pertama kalinya disiplin ini tampil di ajang multi-olahraga terbesar Asia Tenggara. Bagi banyak penonton, nama cabangnya mungkin masih terdengar asing, tetapi di balik itu ada sejarah panjang dan komunitas yang terus tumbuh di berbagai negara.

Dari Permainan Kampus ke Arena Kompetitif

Olahraga piring terbang berawal dari permainan sederhana mahasiswa di Amerika Serikat. Jejaknya disebut bermula pada 1871, ketika mahasiswa Universitas Connecticut memakai loyang pai buatan perusahaan Frisbie untuk saling melempar dan menangkap. Dari kebiasaan santai itu, lahirlah istilah “Frisbee” yang kemudian melekat luas pada piringan terbang. Seiring waktu, bentuk piringan plastik membuat permainan ini berkembang jauh dari sekadar hiburan kampus menjadi cabang olahraga kompetitif yang diakui secara global.

Meski kini lebih sering disebut flying disc, istilah “Frisbee” masih kerap dipakai dalam percakapan sehari-hari. Popularitasnya terus naik hingga mendapat pengakuan resmi dari Komite Olimpiade Internasional. Perjalanan panjang inilah yang akhirnya membuka jalan bagi tampilnya cabang ini di SEA Games 2025.

Disc Golf dan Ultimate Jadi Sorotan

Di SEA Games ke-33, pertandingan piring terbang dipusatkan di Bangkok dan sekitarnya. Dua format yang dipilih sebagai cabang demonstrasi adalah Disc Golf dan Ultimate, dua disiplin yang paling dikenal luas di komunitas olahraga ini.

Disc Golf

Disc Golf dimainkan secara individu dengan konsep yang mirip golf, tetapi alat yang digunakan bukan bola dan stik, melainkan piring terbang. Tujuannya adalah memasukkan piring ke keranjang target dengan jumlah lemparan sesedikit mungkin. Meski tampak sederhana, olahraga ini menuntut akurasi, strategi, dan kontrol arah yang presisi.

Ultimate

Sementara itu, Ultimate adalah olahraga beregu yang dimainkan 7 lawan 7 di lapangan persegi panjang. Para pemain harus mengoper piringan dengan rapi untuk menembus pertahanan lawan dan mencetak poin. Karena mengandalkan kerja sama tim, kecepatan, dan pergerakan tanpa henti, Ultimate sering dianggap sebagai salah satu format paling dinamis dalam dunia flying disc.

Masih Berkembang di Indonesia

Di tingkat internasional, olahraga ini berada di bawah naungan The World Flying Disc Federation atau WFDF, yang berdiri pada 1985. Organisasi ini menjadi pengatur resmi berbagai kompetisi flying disc dari level nasional hingga internasional. Selain Disc Golf dan Ultimate, ada pula nomor lain seperti lempar ketepatan, jarak tempuh, dan gaya bebas yang menonjolkan unsur teknik sekaligus kreativitas.

Ketua Perkumpulan Pemain Piring Terbang Indonesia, Randi Tulus, menyebut flying disc sebagai olahraga beregu dengan tujuh pemain di setiap tim. Di Indonesia, olahraga ini sebenarnya sudah cukup lama dikenal, tetapi penyebarannya belum merata. Selama ini, komunitasnya banyak tumbuh di lingkungan siswa sekolah internasional. Meski begitu, minat terhadap olahraga ini terus bergerak naik dan perlahan menemukan ruang yang lebih luas di tanah air.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer