Jet siluman seharga triliunan rupiah menjadi rongsokan di sarang Garda Revolusi Iran setelah dilaporkan hancur berkeping-keping akibat tembakan pasukan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC). Tragedi jatuhnya pesawat F-15E Strike Eagle di wilayah udara selatan Iran bukan hanya kehilangan aset militer, tapi juga menandai eskalasi geopolitik yang mengungkap fakta mengerikan tentang supremasi udara AS. F-15E dikenal sebagai “Truk Bom” dan petarung udara garis depan yang dirancang khusus untuk misi serangan presisi jauh ke wilayah musuh tanpa perlu pesawat pengawal. Kehebatan F-15E sangat legendaris sehingga AS sangat bergantung pada jet ini untuk menembus dan menghancurkan wilayah musuh yang dijaga ketat.

