Pantai Teluk Tanah Merah Jayapura
Teluk Tanah Merah di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, dikenal memiliki pantai yang indah dan kekayaan laut yang melimpah. Di sana juga terdapat sisa-sisa tanki minyak peninggalan tentara sekutu Amerika Serikat (AS) sejak Perang Dunia Kedua.
Sayangnya, potensi kearifan lokal dan sejarah Perang Pasifik di kawasan ini kini kurang mendapat perhatian, dengan warga lebih memilih mengembangkan wisata pantai yang menghasilkan secara langsung.
Kearifan Lokal dan Potensi Wisata
Tradisi Tiatiki yang dulu dilakukan oleh masyarakat adat Suku Tepra, Defonsero Utara, di Teluk Tanah Merah kini mulai terkikis. Sistem konservasi berbasis kearifan lokal pun mengalami penurunan minat, dengan fokus warga beralih ke pengelolaan pantai-pantai wisata yang menjanjikan keuntungan ekonomi lebih langsung.
Amos Soumilena, anggota DPR Kabupaten Jayapura, menyayangkan kurangnya minat generasi muda dalam mempertahankan kearifan lokal seperti Tiatiki. Ia berharap tradisi dan potensi wisata lainnya, seperti tanki minyak peninggalan perang dunia, tetap dijaga dan dimanfaatkan dengan bijak.
Budaya Tiatiki dan Konservasi Laut
Tiatiki adalah praktik tradisional yang penting untuk melindungi sumber daya laut. Menurut Dr. Wiklif Yarisetou, pengetahuan lokal seperti Tiatiki harus dijadikan landasan kebijakan pembangunan pesisir dan laut.
Melalui kajian seperti buku berjudul Tiatiki Konsep dan Praktek, diharapkan komunitas lokal terus menginspirasi dan menjaga kearifan lokalnya. Peran lembaga adat di dalam menjalankan kearifan lokal menjadi kunci penting dalam menjaga lingkungan pesisir dan laut yang lestari.
Era tahun 1990-an, tradisi Tiatiki di Teluk Tanah Merah pernah menarik minat turis dari Jepang. Dengan upaya pengenalan dan promosi tradisi tersebut, diharapkan potensi kearifan lokal dan pariwisata di kawasan ini tetap terjaga dan berkembang.

