Pemprov Papua Tengah Berencana Bangun 200 Kampung Nelayan untuk Meningkatkan Ekonomi Pesisir
Jayapura, Jubi – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Perikanan dan Kelautan menargetkan pembangunan 200 kampung nelayan di wilayah pesisir provinsi tersebut. Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir dan memperkuat sektor perikanan.
Proses Verifikasi Lokasi
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Papua Tengah, Dr. Karlos Matuan, S.St.Pi., M.M, menjelaskan bahwa program ini telah memasuki tahap survei dan verifikasi calon lokasi kampung nelayan. Tim dari pemerintah pusat maupun daerah telah melakukan survei lapangan untuk mengetahui potensi wilayah yang akan menjadi lokasi pembangunan.
Sebanyak tujuh lokasi telah dinyatakan lolos sebagai calon kampung nelayan, dengan empat lokasi di Kabupaten Nabire dan tiga titik di Kabupaten Mimika. Proses verifikasi masih berlangsung dan pembangunan dijadwalkan dimulai pada Juli 2026.
Konsep Kampung Nelayan
Konsep kampung nelayan difokuskan bukan hanya pada pembangunan rumah, tetapi juga pada fasilitas pendukung seperti dermaga, cold storage, pabrik es, dan Sarana Penimbunan Hasil Perikanan (SPBN). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan nelayan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan hasil tangkapan nelayan dapat tetap terjaga kualitasnya dan memiliki akses pasar yang lebih baik. Hal ini akan mendorong masyarakat pesisir di Papua Tengah untuk lebih aktif melaut dan meningkatkan hasil perikanan.
Karlos Matuan menyatakan, “Kita berharap dengan adanya kampung nelayan ini, nelayan kita lebih bergairah melakukan aktivitas menangkap ikan karena sudah ada kepastian fasilitas dan pasar.”
Perlu diperhatikan bahwa Kabupaten Nabire membutuhkan penguatan infrastruktur perikanan lebih lanjut dibandingkan dengan Kabupaten Mimika yang sudah memiliki dukungan perusahaan dan fasilitas pendukung yang lebih memadai.

