Wednesday, June 17, 2026
HomeHEADLINEMasyarakat Adat Sorsel Menentang Sosialisasi Perusahaan Sawit

Masyarakat Adat Sorsel Menentang Sosialisasi Perusahaan Sawit

Sekitar 200 orang masyarakat adat dari enam kampung di Distrik Konda dan Distrik Teminabuan, Kabupaten Sorong Selatan atau Sorsel, Papua Barat Daya membubarkan sosialisasi yang digelar perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Anugerah Sakti Internusa (ASI). Sosialisasi itu digelar di salah satu rumah warga di Kampung Nakna, Distrik Konda. Masyarakat adat dari Kampung Bariat, Nakna, Konda, Wamargege, Manelek, Keyen, dan Anny Sesna membubarkan sosialisasi karena dilakukan diam-diam tanpa pemberitahuan resmi kepada masyarakat adat dan pemilik tanah adat terkait rencana perkebunan PT ASI di Distrik Konda dan Teminabuan.

Rencana sosialisasi tersebut bocor dan diketahui oleh masyarakat adat di enam kampung. Kepala suku dan Ketua LMA (Lembaga Masyarakat Adat) Gemna Erit Anny hadir dalam pertemuan tersebut dan mengungkapkan komitmennya untuk menjaga wilayah adat suku mereka. Pemilik tanah adat dan mantan Kepala Kampung Nakna, Yance Mondar juga ikut menyatakan penolakannya terhadap rencana perusahaan kelapa sawit di wilayah adat mereka.

Dalam pertemuan tersebut, masyarakat adat menyampaikan penolakan mereka dengan keras. Terjadilah keributan dan teriakan menolak pertemuan, menolak tanah adat dijadikan perkebunan kelapa sawit, dan mengecam kebijakan pemerintah. Akibatnya, pertemuan dibubarkan, dan tenda-tenda yang dipasang di lokasi sosialisasi dihancurkan.

Meskipun perusahaan dan pihak lain berupaya memaksa masyarakat adat menerima rencana investasi di tanah adat mereka, sikap penolakan tetap teguh. Pertemuan berlangsung sekitar satu jam namun tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Sebelumnya, suku-suku di Distrik Konda dan Teminabuan telah menyatakan penolakan terhadap PT ASI yang telah diberikan Izin Usaha Perkebunan seluas 14.000 hektare di wilayah mereka.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer