Mahasiswa Pegunungan Bintang Tolak Kehadiran Aparat dan Investasi, Soroti Trauma Warga di Oksibil
Suara penolakan terhadap kehadiran pasukan keamanan dan investasi di Pegunungan Bintang, Papua Pegunungan, kembali menguat. Kali ini, sikap itu datang dari Ikatan Mahasiswa Pelajar Pegunungan Bintang (IMPPTANG) yang menggelar demonstrasi damai di Oksibil, ibu kota kabupaten, sebagai bentuk protes atas situasi keamanan yang dinilai terus menekan warga.
Mahasiswa Soroti Dampak Konflik Bersenjata
Dalam aksinya, IMPPTANG mengecam konflik bersenjata antara TNI/Polri dan TPNPB-OPM yang disebut telah menimbulkan korban dari kalangan sipil. Menurut mereka, keberadaan pasukan militer di wilayah itu bukan menghadirkan rasa aman, melainkan justru memicu ketakutan, trauma, dan luka sosial yang belum pulih hingga kini.
Para mahasiswa menilai situasi yang berlangsung berkepanjangan membuat masyarakat hidup dalam tekanan. Mereka menegaskan bahwa warga sipil menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari benturan bersenjata yang terjadi di Pegunungan Bintang.
10 Poin Sikap dan Tuntutan Penarikan Pasukan
Melalui pernyataan sikap yang terdiri dari 10 poin, IMPPTANG meminta pemerintah daerah bersama lembaga legislatif untuk duduk berunding dengan TNI/Polri. Tujuannya jelas: menghentikan pengiriman pasukan militer ke wilayah Pegunungan Bintang dan mendorong penarikan aparat dari daerah tersebut.
Selain itu, mereka juga menolak investasi yang dianggap dapat merugikan sumber daya alam setempat. IMPPTANG menegaskan bahwa kebijakan pembangunan tidak boleh mengabaikan hak masyarakat adat dan kepentingan warga lokal yang hidup bergantung pada tanah serta lingkungan mereka.
Desakan untuk Pengungsi dan Masa Depan Daerah
Dalam tuntutannya, mahasiswa juga meminta agar para pengungsi yang berada di hutan segera dievakuasi. Mereka menilai langkah tersebut penting agar warga yang terdampak konflik bisa mendapatkan perlindungan dan kepastian hidup yang lebih layak.
IMPPTANG menyatakan siap mengambil langkah lanjutan jika tuntutan mereka tidak direspons. Bagi mereka, yang dibutuhkan saat ini bukan penambahan kekuatan bersenjata atau kepentingan investasi, melainkan keberpihakan nyata kepada keselamatan warga Pegunungan Bintang.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

