Mahasiswa Desak Penarikan Pasukan di Tanah Papua
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Solidaritas Mahasiswa Papua atau SOMAP bersama Ikatan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya atau IPMI-J telah menggelar aksi demonstrasi di Kota Jayapura, Papua. Mereka menuntut pemerintah untuk menarik pasukan keamanan dari wilayah konflik di Tanah Papua.
Situasi Darurat Militer dan HAM di Tanah Papua
Menurut mahasiswa, Tanah Papua saat ini berada dalam kondisi darurat militer dan darurat hak asasi manusia (HAM). Mereka mengkritik pendekatan keamanan yang diterapkan pemerintah, menyebut bahwa konflik bersenjata yang sudah berlangsung bertahun-tahun telah mengakibatkan dampak serius terhadap masyarakat sipil di berbagai wilayah Papua.
Koordinator lapangan SOMAP, Fergis Kossay menjelaskan bahwa aksi ini merupakan wujud kepedulian mahasiswa terhadap situasi kemanusiaan yang semakin memburuk di Papua. Mereka menuntut pemerintah untuk menghentikan pendekatan keamanan dan menarik pasukan dari wilayah konflik.
Panggilan untuk Bertanggung Jawab
Perwakilan mahasiswa, Roniel Mirin, dalam pernyataan sikapnya menyebut bahwa pendekatan keamanan yang diterapkan pemerintah belum efektif dalam mengatasi konflik di Tanah Papua. Mereka mendesak pemerintah untuk menghentikan operasi militer yang berdampak buruk pada masyarakat sipil.
Selain menuntut penarikan pasukan, mahasiswa juga meminta akses kepada lembaga kemanusiaan, jurnalis internasional, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk memantau situasi kemanusiaan di Papua. Mereka juga menyerukan persatuan gerakan mahasiswa dan masyarakat Papua untuk terus menyuarakan isu-isu kemanusiaan yang terjadi.
Perwakilan dari berbagai mahasiswa dan masyarakat Papua bersatu dalam menyoroti persoalan kemanusiaan dan perlunya penyelesaian konflik secara damai di wilayah tersebut. Demonstrasi berlangsung tertib tanpa insiden keamanan yang signifikan, dan peserta aksi menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan di Tanah Papua.

