Menteri Luar Negeri Papua Nugini, Justin Tkatchenko, memberikan pujian kepada Duta Besar Indonesia, Andriana Supandy, atas kinerjanya selama menjabat sejak 2019. Pujian tersebut terutama terkait peningkatan hubungan bilateral antara kedua negara, yang telah mencapai tingkat yang baru. Di antara prestasinya, Duta Besar Supandy diapresiasi atas perannya dalam meningkatkan kerjasama kesehatan antara kedua negara, terutama melalui bantuan hibah Indonesia untuk meningkatkan fasilitas rumah sakit di Port Moresby.
Selain itu, Tkatchenko juga menyoroti penandatanganan Perjanjian Kerjasama Angkatan Pertahanan pada tahun 2024 yang dianggap sebagai tonggak penting dalam hubungan kedua negara. Kerjasama dalam bidang pendidikan, perdagangan, dan konektivitas juga berhasil berkembang pesat di bawah kepemimpinan Duta Besar Supandy. Selain itu, langkah terkait kebijakan Visa on Arrival bagi pemegang paspor Indonesia pada tahun 2025 juga dianggap sebagai kemajuan signifikan dalam mempermudah perjalanan dan pertukaran bisnis antara Papua Nugini dan Indonesia.
Duta Besar luar biasa RI untuk Papua Nugini, Drs. Andriana Supandi, M.A, yang telah menjabat sejak 12 Februari 2019, telah berpamitan dengan pemerintah Kepulauan Solomon di Honiara. Pengangkatan Okto Dorinus Manik sebagai Duta Besar baru RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon merupakan langkah diplomasi yang penting untuk memperkuat hubungan kedua negara.
Okto Dorinus Manik, seorang diplomat senior yang telah memiliki pengalaman dalam berbagai posisi di Kementerian Luar Negeri Indonesia, dilantik sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Papua Nugini dan Kepulauan Solomon oleh Presiden Prabowo Subianto pada 19 Desember 2025. Dengan berbagai pengalaman dan dedikasinya dalam memperkuat hubungan regional, diplomasi antara kedua negara diharapkan akan semakin berkembang di masa depan.

