KSPI Papua Tengah Desak Presiden Turun Tangan Selesaikan Masalah PHK Karyawan PTFI
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Provinsi Papua Tengah menekan Presiden Prabowo Subianto untuk campur tangan dalam penyelesaian masalah pemutusan hubungan kerja (PHK) ribuan karyawan PT Freeport Indonesia (PTFI).
Nasib Ribuan Karyawan PTFI setelah Aksi Mogok Kerja
Ketua KSPI Provinsi Papua Tengah, Laurenzus Kadepa, menyampaikan bahwa ribuan karyawan PTFI masih berjuang untuk nasib dan hak-hak mereka setelah di-PHK menyusul aksi mogok kerja pada Mei 2017 lalu. Aksi mogok tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap rencana manajemen perusahaan untuk merumahkan pekerja demi efisiensi.
Laurenzus Kadepa menekankan perlunya intervensi Presiden Prabowo Subianto mengingat sengketa PHK yang terus berlanjut sejak sembilan tahun lalu. Dengan berbagai upaya penyelesaian yang sudah dilakukan mulai dari tingkat kabupaten, provinsi, hingga kementerian, KSPI Provinsi Papua Tengah menegaskan pentingnya penyelesaian yang adil, bermartabat, dan berkepastian hukum terhadap kasus PHK massal tersebut.
Langkah dan Dukungan KSPI
KSPI Provinsi Papua Tengah saat ini memfokuskan perjuangannya pada masalah ketenagakerjaan ini setelah terbentuknya kepengurusan Perwakilan Daerah KSPI Provinsi Papua Tengah. Dukungan juga datang dari Presiden KSPI, Said Iqbal, yang telah mengajukan masalah nasib karyawan korban PHK tersebut kepada Menteri Ketenagakerjaan.
Langkah politik lokal seperti pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Moker oleh Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, juga mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari KSPI Provinsi Papua Tengah untuk memastikan langkah tersebut tidak hanya sebatas rekomendasi tanpa tindakan nyata.

