Prancis Umumkan Jadwal Pemilihan Provinsi Kaledonia Baru
Pemilihan provinsi yang sangat dinantikan di Kaledonia Baru akan diadakan pada Minggu, 28 Juni 2026. Pengumuman ini disampaikan langsung oleh Perdana Menteri Prancis Sébastien Lecornu dalam pertemuan konferensi video dengan para politisi Kaledonia Baru.
Pembatasan Kelayakan Pemilih Dilonggarkan
Selama pengumuman tersebut, Lecornu juga menyampaikan bahwa pembatasan yang berlaku terhadap kelayakan pemilih akan dilonggarkan, memungkinkan orang-orang yang lahir di Kaledonia Baru dan pasangan mereka untuk memberikan suara. Meskipun langkah ini menuai beragam tanggapan dari kelompok pro-kemerdekaan dan pro-Prancis di Kaledonia Baru.
Diperkirakan sekitar 10.000 pemilih yang sebelumnya tidak memenuhi syarat akan dapat memberikan suara dalam pemilihan provinsi tersebut. Meskipun demikian, langkah ini masih harus disetujui melalui undang-undang organik yang belum disahkan oleh pihak berwenang Prancis.
Reaksi dari Berbagai Pihak
Beberapa tokoh politik, seperti Virginie Ruffenach dari partai pro-Prancis Rassemblement, menyatakan ketidakpuasan terhadap kompromi yang dilakukan terkait pembukaan kembali daftar pemilih. Sementara Sonia Backès menilai langkah tersebut sebagai tidak cukup dan tidak demokratis.
Partai pro-kemerdekaan FLNKS juga menegaskan pentingnya menjaga ketentuan dan syarat pemilu sesuai dengan Kesepakatan Nouméa yang telah disepakati sebelumnya. Pemilihan provinsi di Kaledonia Baru memiliki dampak yang luas, termasuk menentukan anggota berbagai lembaga pemerintahan di wilayah ini.
Pemilihan provinsi terakhir di Kaledonia Baru digelar pada tahun 2019 dan telah ditunda beberapa kali sejak rencana awalnya tahun 2024. Dengan jadwal baru yang telah diumumkan, Kaledonia Baru akan menuju pemilihan yang akan memengaruhi perjalanan politik dan dekolonisasi di wilayah tersebut.

