Saturday, July 18, 2026
HomeKESEHATANKPA Deiyai Gandeng FKUB Dorong Strategi Pencegahan HIV/AIDS

KPA Deiyai Gandeng FKUB Dorong Strategi Pencegahan HIV/AIDS

Pencegahan HIV/AIDS di Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, kini mulai diarahkan melalui jalur yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari: rumah ibadah dan tokoh agama. Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Deiyai resmi menjalin kerja sama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Deiyai untuk memperkuat edukasi dan strategi pencegahan penularan penyakit tersebut.

Penandatanganan perjanjian kerja sama itu berlangsung di aula Gereja Kristen Injili (GKI) Yudea, Waghete, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah. Langkah ini dinilai penting karena upaya penanggulangan HIV/AIDS tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan sosial dan moral dari lingkungan yang paling dekat dengan warga.

Gereja dan tokoh agama didorong jadi garda edukasi

Ketua KPA Kabupaten Deiyai, Maksimus Pigai, menegaskan bahwa pencegahan HIV hingga berkembang menjadi AIDS harus dimulai dari kesadaran setiap individu. Menurut dia, pesan pencegahan akan lebih kuat jika disampaikan secara konsisten di tengah komunitas, termasuk di lingkungan gereja yang menjadi salah satu pusat kehidupan sosial masyarakat Deiyai.

Melalui kerja sama ini, KPA dan FKUB akan membangun pola koordinasi yang lebih formal, menyamakan strategi pencegahan berbasis keagamaan, serta mengoptimalkan peran para pemimpin agama dalam menyampaikan edukasi kesehatan. Rumah ibadah juga diharapkan bisa menjadi ruang penyebaran informasi yang lebih mudah diterima masyarakat.

Stigma dan dukungan sosial ikut jadi perhatian

Ketua FKUB Kabupaten Deiyai, Oktovianus Marko Pekei, menyambut baik langkah KPA yang melibatkan pimpinan agama dalam pencegahan HIV/AIDS. Ia menilai peran agama sangat penting, bukan hanya untuk membentuk perilaku hidup sehat, tetapi juga untuk memberi dukungan kepada orang yang hidup dengan HIV serta mengurangi stigma negatif yang kerap muncul di tengah masyarakat.

Dengan keterlibatan tokoh agama, pesan tentang bahaya HIV/AIDS diharapkan tidak berhenti pada peringatan semata, melainkan menjadi gerakan bersama yang membangun kesadaran, kepedulian, dan tanggung jawab sosial. Pendekatan ini dipandang sebagai cara yang lebih efektif untuk menjangkau warga sekaligus memperkuat pencegahan di tingkat komunitas.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer