Pada awal tahun 2026, Komisi Eropa telah memberlakukan pembatasan dan larangan terhadap penggunaan peralatan Huawei dan ZTE dalam infrastruktur telekomunikasi di Eropa. Langkah ini diambil sebagai bagian dari amandemen undang-undang keamanan siber yang bertujuan untuk mengurangi risiko keamanan. Huawei, perusahaan teknologi asal China, menghadapi tantangan besar karena investasi besar-besaran yang telah dilakukannya di Eropa sejak akhir tahun 2010-an. Perusahaan ini berharap dapat memperluas pangsa pasarnya di bidang peralatan jaringan dengan teknologi 5G yang sedang berkembang pesat. Namun, pandangan Komisi Eropa terhadap Huawei berubah drastis. Mereka khawatir peralatan Huawei dapat digunakan untuk kegiatan spionase atau gangguan komunikasi, sehingga memutuskan untuk mengambil langkah tegas. Uni Eropa telah mulai memperketat kontrol terhadap pemasok infrastruktur telekomunikasi yang dianggap berisiko tinggi, dengan Huawei dan ZTE menjadi sasaran utamanya. Meskipun tuduhan-tuduhan ini seringkali dibantah oleh perusahaan, larangan ini tetap diberlakukan sebagai langkah pencegahan. Alhasil, Huawei harus menemui hambatan besar dalam menjaga posisinya di pasar Eropa.

