Ratusan sopir Hilux yang biasa melayani rute penumpang Manokwari-Teluk Bintuni merasa terancam dengan masuknya travel di daerah tersebut. Mereka melakukan aksi mogok di kawasan Gunung Botak Kabupaten Manokwari Selatan, Papua Barat sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah. Aksi ini dijalankan oleh para sopir Hilux selama beberapa hari ke depan. Warga setempat, seperti Januarius Sufi, mengungkapkan kesulitan mendapatkan kendaraan ke Bintuni akibat aksi mogok yang dilakukan oleh komunitas sopir Hilux tersebut. Ketua komunitas Hilux Jalur Manokwari-Bintuni, Nofti Tapilatu, membenarkan adanya mogok tersebut sebagai respons terhadap izin operasi travel di jalur tersebut. Para sopir Hilux menolak kehadiran Travel Transnusa di wilayah tersebut yang telah menjadi sumber penghidupan bagi mereka selama 30 tahun. Mereka telah membawa masalah ini ke pemerintah setempat namun belum mendapatkan tindakan, sehingga aksi mogok ini dilakukan sebagai upaya terakhir. Kehadiran travel di jalur Bintuni-Manokwari dianggap merugikan para sopir Hilux yang telah lama beroperasi di sana. Dengan kehadiran Travel Transnusa, sekitar 300 sopir Hilux terancam kehilangan pekerjaan dan penghasilan yang selama ini mereka andalkan. Aksi mogok ini dilakukan sebagai bentuk perlawanan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan mereka.

