Saturday, August 15, 2026
HomeHEADLINEKisah Pesawat Smart Air Jatuh: Tragedi di Perairan Nabire

Kisah Pesawat Smart Air Jatuh: Tragedi di Perairan Nabire

Kisah Pesawat Smart Air Jatuh di Nabire: Detik-Detik Mesin Bermasalah hingga Dievakuasi dari Perairan

Insiden jatuhnya pesawat perintis Smart Air PK-SNS di perairan Nabire, Papua Tengah, pada Selasa (27/1/2026), menyisakan cerita menegangkan dari warga yang menjadi saksi langsung di lokasi. Peristiwa itu terjadi tak lama setelah pesawat lepas landas dari Bandara Udara Douw Aturure Nabire, sebelum akhirnya kehilangan kendali dan berakhir di laut dekat bibir pantai.

Saksi Dengar Suara Pesawat Semakin Mendekat

Salah satu warga, Niko Rayki, mengaku sempat mendengar suara pesawat saat baru terbang dari bandara. Ia yang kala itu sedang bekerja di halaman rumahnya kemudian merasakan ada sesuatu yang tidak biasa ketika bunyi pesawat terdengar makin dekat. Tak lama berselang, pesawat terlihat jatuh ke perairan dan mulai tenggelam.

Menurut kesaksiannya, jarak lokasi jatuhnya pesawat hanya sekitar 200 hingga 300 meter dari tepi pantai. Kondisi gelombang yang besar dan angin kencang membuat situasi di sekitar lokasi kejadian semakin sulit dikendalikan.

Warga dan Karyawan Jadi Penolong Pertama

Rayki bersama seorang rekannya serta empat karyawan PT Jati Dharma Indah Plywood Industries menjadi pihak pertama yang bergerak menyelamatkan penumpang dan kru dari air. Mereka langsung berlari ke pantai setelah melihat pesawat tenggelam di depan mata. Di tengah ombak dan tiupan angin, proses evakuasi berlangsung cepat agar seluruh orang di dalam pesawat bisa segera keluar dari kondisi berbahaya.

Setelah penumpang dan kru berhasil dievakuasi, bantuan lanjutan datang dari Tim Basarnas, kepolisian, dan pihak bandara. Mereka kemudian membantu penanganan lokasi dan proses pemindahan badan pesawat ke tepi pantai Karadiri.

Pesawat Dievakuasi dengan Alat Berat

Evakuasi pesawat dilakukan menggunakan alat berat milik PT Jati Dharma Indah Plywood Industries. Dari keterangan pihak Safety & Quality Department PT Smart Cakrawala Aviation, pesawat disebut mengalami gangguan mesin sesaat setelah lepas landas. Kondisi itu memaksa pilot melakukan pendaratan darurat di bibir pantai Bandara Nabire sebelum pesawat akhirnya terperosok ke perairan.

Kepala Kepolisian Resor Nabire, Komisaris Polisi Piter Kendek, mengatakan pihaknya telah mengamankan tempat kejadian perkara untuk menjaga situasi tetap terkendali. Saat ini, pesawat masih diupayakan untuk ditarik menggunakan alat berat agar bisa dipindahkan ke lokasi yang lebih aman. Seluruh orang di dalam pesawat dipastikan selamat, sementara proses penanganan di lapangan berjalan tanpa hambatan berarti.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer