Jurnalis Senior MalysiaKini Menangis Menonton Film Pesta Babi
Jayapura, Jubi – Film dokumenter Pesta Babi-Kolonialisme, yang terkenal di Indonesia, menimbulkan reaksi emosional dari jurnalis senior Malaysiakini.com, Rahmat Harun. Saat berbicara dengan Jubi di Konferensi Media New.Now.Next 2026 di Bangkok, Thailand, Rahmat Harun mengatakan bahwa ia menangis saat menonton film tersebut.
Menurut Rahmat Harun, film tersebut menyentuh hatinya karena menggambarkan dampak hilangnya hutan tropis yang beragam dan berubah menjadi perkebunan kelapa sawit monokultur. Ia merasa film tersebut menyuarakan masalah serius terkait ekosistem dan keragaman hayati.
Hutan Tropis Sarawak Berubah Menjadi Perkebunan Kelapa Sawit
Rahmat Harun juga menyoroti kondisi hutan tropis di Sarawak, Malaysia. Wilayah ini telah banyak dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit milik perusahaan Rimbunan Hijau Group (RH), salah satu konglomerat multinasional terbesar Malaysia. Perusahaan ini didirikan oleh mendiang Tan Sri Tiong Hiew King dan kini diteruskan oleh anak-anaknya.
Kehilangan hutan tropis yang substansial di Sarawak juga memengaruhi masyarakat asli, seperti suku Dayak. Suku Dayak, yang merupakan kelompok penduduk asli Borneo, memiliki budaya dan tradisi yang unik, seperti rumah panjang tradisional, seni rajah, dan Festival Gawai yang dirayakan setiap tahun.
Media Malaysiakini secara konsisten meliput kehidupan suku Dayak di Sarawak dan mengangkat isu-isu terkait hak tanah adat, pembangunan ekonomi, serta perjuangan politik masyarakat asli di daerah itu.
Festival Gawai Dayak: Pelestarian Budaya dan Perjuangan Politik
Salah satu acara yang selalu diperhatikan di Sarawak Borneo adalah Festival Gawai Dayak, perayaan penting bagi suku Dayak sebagai ungkapan rasa syukur dan pelestarian budaya mereka. Perayaan ini juga menjadi wadah untuk mengangkat isu-isu seperti pemilihan makanan, hak komunitas, serta perjuangan politik suku Dayak.
Dengan adanya film Pesta Babi-Kolonialisme dan kepedulian jurnalis seperti Rahmat Harun dan Malaysiakini, diharapkan kesadaran akan pentingnya pelestarian hutan tropis dan keberagaman hayati semakin meningkat, baik di Malaysia maupun di seluruh dunia.

