Friday, July 17, 2026
HomeHEADLINEKetua Sinode GKI Mendorong 5 Pertobatan Di Tanah Papua

Ketua Sinode GKI Mendorong 5 Pertobatan Di Tanah Papua

Ketua Sinode GKI Dorong Lima Pertobatan untuk Papua di HUT PI ke-171

Perayaan Hari Ulang Tahun Pekabaran Injil ke-171 di Pulau Mansinam, Manokwari, Papua Barat, tidak hanya menjadi ruang mengenang sejarah masuknya Injil ke Tanah Papua. Di hadapan jemaat Kristiani dari berbagai daerah, Ketua Badan Pekerja Sinode Gereja Kristen Injili (GKI) di Tanah Papua, Pendeta Andrikus Mofu, M.Th, justru mengajak umat membaca momentum itu sebagai panggilan perubahan yang lebih luas dan lebih mendesak.

Pertobatan Bukan Sekadar Seremoni

Pdt. Mofu menegaskan tema Pertobatan Mendatangkan Keselamatan harus dipahami sebagai seruan moral di tengah situasi Papua yang menurutnya sedang tidak baik-baik saja. Ia menyoroti kekerasan dan konflik yang masih membayangi kehidupan masyarakat, lalu menekankan bahwa pertobatan tidak boleh berhenti pada ibadah atau peringatan tahunan semata. Bagi dia, ini adalah ajakan untuk membenahi hidup secara utuh, baik secara pribadi maupun sebagai komunitas gereja dan masyarakat Papua.

Dalam pandangannya, keselamatan yang dimaksud bukan hanya soal kehidupan rohani, tetapi juga menyangkut martabat manusia, relasi sosial, dan masa depan tanah Papua. Karena itu, ia mendorong agar orang Papua dan gereja berani melihat persoalan yang ada secara jujur, lalu menjawabnya dengan langkah pertobatan yang nyata.

Lima Arah Pembaruan yang Ditekankan

Pdt. Mofu kemudian merinci lima bentuk pertobatan yang menurutnya perlu dijalankan. Pertama, pertobatan rohaniah, yakni menempatkan Injil Kristus sebagai dasar hidup. Kedua, pertobatan sosial, dengan menghidupkan kesalehan sosial dalam pergaulan sehari-hari. Ketiga, pertobatan budaya, yaitu membangun budaya damai di tengah keberagaman yang dimiliki Papua.

Ia juga menekankan pertobatan politis sebagai jalan untuk menegakkan keadilan dan kebenaran. Terakhir, pertobatan ekologis, yang menurutnya penting untuk melawan eksploitasi alam yang justru merugikan masyarakat dan lingkungan hidup. Lima poin itu, menurutnya, harus menjadi komitmen bersama, bukan hanya wacana yang diucapkan saat perayaan berlangsung.

Gereja, Pemerintah, dan Harapan bagi Tanah Papua

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, turut mengapresiasi peringatan HUT PI ke-171 tersebut. Ia menilai peristiwa itu menjadi fondasi penting dalam pembentukan karakter masyarakat Papua. Dominggus juga menekankan perlunya sinergi antara pemerintah dan gereja, terutama dalam mendorong kemajuan pendidikan dan kesehatan.

Selain nilai rohani dan sosial, perayaan di Pulau Mansinam juga membawa dampak ekonomi bagi warga lokal. Aktivitas masyarakat tampak meningkat seiring ramainya peringatan itu. Di sisi lain, momentum ini kembali mengingatkan bahwa keselamatan bagi orang asli Papua tidak berhenti pada urusan akhirat, tetapi juga berkaitan dengan perjuangan atas keadilan, kehidupan yang bermartabat, dan masa depan tanah sendiri.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer