Wakil Yayasan Pasar Mama Papua Kritik Pelaksanaan Festival Danau Sentani
Wakil Ketua Yayasan Pasar Mama Papua, Nurama Yarinap mengkritik pelaksanaan hari pertama Festival Danau Sentani atau FDS ke-15. Menurutnya, event tersebut belum memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Papua.
Pejabat Tidak Dilibatkan Secara Langsung
Yarinap menyoroti kehadiran pejabat yang hanya sebatas berkeliling melihat-lihat stan UMKM tanpa benar-benar berinteraksi dengan para pelaku usaha. Menurutnya, interaksi langsung dan pembelian produk oleh pejabat di festival tersebut sangat penting sebagai apresiasi terhadap hasil karya para pelaku UMKM.
“Kita harus bangkit dari kemauan dan keinginan kita supaya ekonomi Papua benar-benar bangkit dan mandiri,” ujar Yarinap.
Perlunya Perhatian Lebih
Selain itu, Paulina Wouw, peserta UMKM asal wilayah Griminawa, juga menyampaikan keluhannya terkait dampak ekonomi yang belum dirasakan secara langsung oleh para pelaku UMKM. Ia menyoroti pentingnya peran pejabat dalam membeli produk UMKM untuk membantu meningkatkan pendapatan mereka.
Pada hari pertama festival, pengunjung yang datang ke stan UMKM masih terbatas dan sebagian besar hanya melihat-lihat tanpa melakukan pembelian, sehingga para pelaku UMKM belum mendapatkan pendapatan dari penjualan produk.
Harapan untuk Masa Depan
Yarinap dan Wouw berharap agar pada penyelenggaraan festival di masa mendatang, mama-mama Papua tidak lagi dibebani biaya stan dan para pejabat serta pengunjung dapat lebih mendukung pelaku UMKM melalui pembelian produk yang ditawarkan.
Peran pemerintah dan para pejabat diharapkan dapat lebih memprioritaskan mama-mama Papua dalam setiap kegiatan yang bertujuan untuk pengembangan ekonomi masyarakat, sehingga Festival Danau Sentani bukan hanya menjadi ajang pertunjukan budaya, tetapi juga ruang pemasaran yang memberikan manfaat ekonomi nyata bagi pelaku UMKM di Papua.

