Ferdinando Fairyo, mantan kapten Persipura era 1990-an, mengekspresikan kekecewaannya terhadap kekalahan beruntun Persipura di dua laga tandang terakhir. Persipura kalah dari PSS Sleman Elang Jawa dengan skor 2-0 dan dari Kendal Tornado FC dengan skor 2-1. Fairyo merasa bahwa Persipura seharusnya bisa meraih kemenangan, terutama melawan Kendal Tornado di mana Persipura menguasai permainan dengan ball position sebesar 54% dibandingkan dengan Kendal Tornado yang hanya memiliki 46%.
Fairyo juga mengkritik konsistensi pelatih Persipura, terutama dalam meracik strategi dan taktik untuk pertandingan tandang. Menurutnya, kekalahan dalam dua laga ini akan berdampak pada penonton dan juga peluang tim di masa depan. Hal ini juga diamini oleh mantan kiper Persipura, Henecko Bahabol, yang merasa fighting spirit para pemain Persipura minim. Mereka terlihat hanya bermain sebagai profesional tanpa semangat bertanding, yang dapat mempengaruhi performa tim pada pertandingan selanjutnya.
Dari catatan pertandingan melawan Kendal Tornado, Persipura memang memiliki kontrol permainan yang lebih baik dengan ball possession 54% dan total tembakan yang lebih banyak. Namun, kendala terletak pada pengkonversian peluang menjadi gol, yang membuat mereka harus menerima kekalahan. Jadi, ada kekhawatiran mengenai kemampuan tim untuk melangkah ke depan, terutama dalam kualifikasi Liga 1 musim depan.

