Upaya damai antara Amerika Serikat dan Iran tidak mencapai kesuksesan yang diharapkan. Delegasi Iran yang pulang ke Teheran diawasi oleh tiga jet tempur Pakistan. Pesawat-pesawat tempur itu mendarat di Pangkalan Udara King Abdulaziz, Provinsi Timur Arab Saudi, pada Sabtu, 11 April 2026. Langkah ini merupakan bagian dari perjanjian pertahanan kolektif antara Pakistan dan Arab Saudi yang ditandatangani pada September 2025 oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.
Kedua negara tersebut sepakat untuk saling membantu ketika ada serangan terhadap salah satu pihak dianggap sebagai serangan terhadap keduanya. Dalam konteks ini, pesawat tempur Pakistan dipanggil untuk mengawal delegasi Iran yang pulang ke Teheran. Dilaporkan bahwa campuran pesawat tempur dan pesawat pendukung mendarat di Pangkalan Udara King Abdulaziz sesuai dengan kesepakatan pertahanan yang ada.
Sementara itu, Pakistan juga sedang menjadi tuan rumah perundingan langsung antara Amerika Serikat dan Iran untuk mencari jalan keluar dari konflik yang sedang berlangsung. Peranan jet tempur Pakistan dalam mengawal delegasi Iran menuju Teheran menjadi sorotan di tengah situasi politik yang tegang di kawasan tersebut.

