Wednesday, June 17, 2026
HomeHEADLINEJejak Orang Asli Papua di Leiden, Belanda: Kirana Sejak Ribuan Tahun

Jejak Orang Asli Papua di Leiden, Belanda: Kirana Sejak Ribuan Tahun

Pada tanggal 13 Februari 2026, Wereldmuseum Leiden di Belanda menghadirkan pameran koleksi Papua yang berjudul “Time for Papua”. Pameran ini menampilkan 400 benda pilihan dari koleksi terbesar di dunia yang berasal dari Papua Barat. Koleksi ini menuntut pendekatan yang berbasis konteks, keterkaitan historis, dan tanggung jawab. “Time for Papua” memperluas pemahaman dengan menampilkan makna tradisional dan kontemporer dari benda-benda tersebut. Pameran ini menggabungkan aspek sejarah dengan seni kontemporer serta suara-suara dari Papua dan diaspora Belanda.

Dalam “Time for Papua”, pengunjung akan mendapatkan wawasan tentang budaya asli Papua yang dinamis dan kaya, dengan akar yang dapat ditelusuri hingga 42.000 tahun yang lalu. Pameran ini menyoroti tradisi seni dan kerajinan Papua yang telah memberikan dampak yang mendalam pada sejarah seni global. Dengan kontribusi dari orang Papua di Belanda, pembuat film Papua, dan seniman kontemporer, pameran ini memfokuskan pada bagian barat pulau New Guinea.

Pameran ini juga menggali hubungan historis antara Papua dan Belanda serta masa kolonial, mengajak pengunjung untuk menjelajahi seni Papua yang kuat berakar pada masa kini. Di tengah krisis ekologi dan budaya yang dihadapi masyarakat adat Papua, koleksi ini memperoleh makna baru yang lebih dalam bagi orang Papua di Pulau New Guinea, diaspora, dan secara internasional. “Time for Papua” menegaskan pentingnya koleksi ini sebagai sumber pengetahuan, representasi, dan visi masa depan bagi komunitas di wilayah tersebut dan diaspora.

Pameran ini mempertemukan benda-benda sejarah dengan karya kontemporer, menyajikan narasi berlapis yang memberikan pemahaman mendalam tentang kehidupan masyarakat adat Papua. Dengan fokus pada masa lalu, sekarang, dan masa depan, “Time for Papua” mengajak pengunjung untuk merenungkan perjalanan panjang masyarakat Papua dan melihat ke depan menuju masa depan yang inklusif dan berkelanjutan.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer