Wednesday, June 17, 2026
HomePOLITIKJasad Arestina Giban Dihilangkan: Warga Sipil Mengungsi

Jasad Arestina Giban Dihilangkan: Warga Sipil Mengungsi

Jasad Arestina Giban Belum Ditemukan, Ratusan Warga Sipil Masih Mengungsi Usai Serangan Udara di Nduga

Serangan udara di distrik Gearek, Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, pada 10 Desember 2025 meninggalkan luka yang belum selesai. Di tengah kepanikan warga yang berlarian menyelamatkan diri, seorang anak perempuan berusia 7 tahun, Arestina Giban, dilaporkan tewas. Namun hingga kini, jasadnya belum ditemukan. Peristiwa yang berlanjut selama tiga hari itu juga memaksa ratusan warga sipil meninggalkan rumah mereka dan berpencar ke sejumlah lokasi aman.

Warga Berhamburan ke Hutan dan Kenyam

Laporan hasil investigasi Yayasan Keadilan dan Keutuhan Manusia Papua (YKKMP) bersama tim kemanusiaan menggambarkan situasi yang kacau ketika helikopter dan drone disebut melakukan penembakan serta menjatuhkan mortir di kampung Weneworasosa. Serangan yang datang tiba-tiba itu membuat warga panik tanpa sempat memahami apa yang sedang terjadi. Banyak di antara mereka memilih lari ke hutan untuk bertahan hidup, sementara sebagian lainnya mengungsi ke Kenyam, ibu kota Kabupaten Nduga.

Setelah berpindah dari satu tempat ke tempat lain, jumlah pengungsi tercatat mencapai 580 jiwa. Mereka tersebar di Kenyam, hutan Kali Mbunu, Sanelak, Pasir Putih, Enggolok, dan kampung Tribit. Sebagian warga memang sudah kembali ke rumah masing-masing, tetapi masih ada yang belum berani pulang karena kondisi di lapangan belum dianggap aman.

Dua Warga Sipil Tewas, Satu Jasad Masih Dicari

Dalam tragedi itu, dua warga sipil dilaporkan meninggal dunia, yakni Arestina Giban dan Elius Baye. Keduanya menjadi korban di tengah situasi yang disebut tanpa perlawanan. Yang paling menyayat, jasad Arestina belum berhasil ditemukan hingga saat ini, membuat keluarga masih berada dalam ketidakpastian. Wina Kerebea, ibu Arestina, disebut masih menjalani pemulihan, sementara rumah keluarganya mengalami kerusakan parah akibat serangan tersebut.

Sementara itu, Elius Baye dilaporkan meninggal dunia saat berada di pengungsian setelah melarikan diri bersama keluarganya untuk mencari tempat aman. Kondisi ini menambah daftar penderitaan warga sipil yang justru menjadi pihak paling terdampak dari serangan udara yang berlangsung mendadak itu.

Desakan Penjelasan dari Pihak Berwenang

Peristiwa ini memunculkan tuntutan agar pihak berwenang segera memberikan penjelasan mengenai penanganan jasad korban sekaligus alasan di balik serangan yang membuat ratusan warga sipil terpaksa mengungsi. Hingga kini, pertanyaan utama masih sama: bagaimana situasi seperti itu bisa terjadi, dan siapa yang bertanggung jawab atas penderitaan warga yang kehilangan rumah, keluarga, dan rasa aman dalam waktu bersamaan.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

BERITA TERKAIT

Berita Populer