Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, mendapat perhatian setelah memiliki centang biru berbayar di platform media sosial milik Elon Musk. Saat situasi perang antara AS dan Iran semakin memanas awal tahun 2026, Khamenei memilih untuk menggunakan platform media sosial untuk menyuarakan perlawanan. Setelah mengambil alih posisi ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan di hari pertama perang, Mojtaba Khamenei dengan terbuka menggunakan akun X (sebelumnya Twitter) dengan nama pengguna @Rahbarenghelab_ untuk menyampaikan pesannya. Dengan lebih dari 44.000 pengikut dalam waktu singkat, Khamenei aktif merilis serangkaian cuitan berbahasa Persia yang menyoroti konflik dengan AS dan Israel. Pemilihan platform digital ini merupakan strategi penting dalam mengendalikan narasi dan mendukung perjuangan di lapangan. Khamenei menekankan pentingnya memenangkan dukungan massa melalui pertahanan efektif dan tindakan yang dapat menimbulkan penyesalan.

