Serangan Iran terhadap Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi pada 27 Maret menyebabkan kejutan dengan menghancurkan sepenuhnya pesawat peringatan dini E-3 Sentry AWACS, yang dianggap sebagai “mata” di medan perang bagi AS. Serangan tersebut terjadi di sebuah pangkalan sekitar 97 km selatan ibu kota Riyadh, menggunakan setidaknya satu rudal balistik presisi dan beberapa drone bunuh diri. Laporan awal menegaskan bahwa sekitar 10 hingga 12 tentara Amerika terluka, dengan dua di antaranya dalam kondisi kritis. Selain korban jiwa, sejumlah pesawat lain juga mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan citra satelit dan foto di lokasi kejadian, pesawat E-3 Sentry AWACS, dengan nomor ekor 0005, milik Skuadron Kontrol Udara ke-552 AS, mengalami kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi. Kubah radar karakteristik di bagian belakang pesawat mengalami kerusakan total, sementara bagian belakang badan pesawat hangus terbakar. Gambar-gambar yang tersedia membandingkan pesawat E-3 Sentry dalam kondisi normal dengan pesawat yang telah hancur. Serangan ini menegaskan pentingnya dukungan intelijen dari sekutu dalam menjaga keamanan dan keselamatan di medan perang internasional.

