Iran siap menyerang perusahaan teknologi milik AS dan Israel sebagai bagian dari strategi untuk melumpuhkan keuangan negara-negara tersebut. Ancaman ini dikemukakan oleh seorang juru bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya, yang menyatakan kesiapan untuk menyerang Google, YouTube, Microsoft, dan perusahaan teknologi lainnya. Menurutnya “musuh membiarkan kita leluasa untuk menargetkan pusat-pusat ekonomi dan bank-bank milik Amerika Serikat dan rezim Zionis di kawasan tersebut.” Daftar kantor dan infrastruktur perusahaan-perusahaan top AS yang memiliki hubungan dengan Israel dan digunakan untuk aplikasi militer telah dirilis oleh kantor berita afiliasi Garda Revolusi Iran (IRGC), Tasnim. Mereka menyebutnya sebagai ‘target baru Iran’ dalam perang infrastruktur yang semakin meluas. Beberapa perusahaan yang termasuk dalam daftar tersebut adalah Google, Microsoft, Palantir, IBM, Nvidia, dan Oracle. Kantor serta infrastruktur layanan berbasis cloud perusahaan-perusahaan ini terdaftar berlokasi di beberapa kota di Israel, serta di beberapa negara Teluk. Iran telah memperluas cakupan target sah mereka dalam rangka menghadapi konflik regional yang semakin kompleks.

