Sunday, June 14, 2026
HomeHEADLINEHigh School Student Killed in Dogiyai Tragedy

High School Student Killed in Dogiyai Tragedy

Remaja SMAN 2 Dogiyai Tewas dalam Operasi Polisi yang Kontroversial

Jayapura, Jubi – Seorang remaja yang tewas selama operasi polisi di Dogiyai dan kemudian diidentifikasi oleh pasukan keamanan sebagai anggota Gerakan Papua Merdeka (OPM) ternyata adalah seorang siswa sekolah menengah, menurut seorang perwakilan masyarakat sipil setempat.

Benny Goo dari Solidaritas Rakyat Papua di Dogiyai mengatakan kepada Jubi via telepon pada hari Senin (11 Mei 2026) bahwa Nopison Tebai, 17 tahun, adalah seorang siswa aktif di SMAN 2 Dogiyai, terdaftar di Kelas XI IPA dengan Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) 0079405733.

“Nopison Tebai murni adalah seorang siswa SMAN 2 Dogiyai,” kata Goo.

Situasi Kontroversial

Menurut Goo, penembakan terjadi pada hari Minggu (10 Mei 2026) di Desa Dogimani, Kecamatan Dogiyai, ketika personel polisi melakukan operasi penyisiran di daerah tersebut sekitar pukul 8:45 pagi waktu setempat.

Saat itu, Tebai dan beberapa pemuda lain berkumpul di lapangan di belakang Kantor Distrik Dogiyai dekat perbatasan antara desa Idadagi dan Dogimani. Goo mengatakan bahwa lapangan tersebut baru-baru ini digunakan untuk turnamen sepak bola dan bola voli penggalangan dana.

Ia menjelaskan bahwa Tebai dan beberapa anggota panitia telah menghabiskan malam di tenda menjaga area setelah begadang semalam.

“Karena dia tidak tidur selama malam, dia masih tidur saat pagi,” kata Goo.

Goo mengklaim bahwa polisi membuka tembakan selama operasi penyisiran, yang membuat para pemuda di lapangan itu melarikan diri.

Ia mengatakan Tebai terbangun setelah mendengar tembakan, namun pada saat itu teman-temannya sudah lari.

“Saat ia mulai berlari, proyektil yang bersarang di dadanya dan keluar melalui punggungnya, menewaskannya seketika,” kata Goo.

Setelah penembakan, Goo mengatakan personel polisi kembali ke markas Polres Dogiyai, sementara warga setempat dan kerabat korban mengangkut jenazah Tebai ke rumah keluarga.

Jubi telah mencoba menghubungi Kapolres Dogiyai Ajun Komisaris Besar Denis Arya Putra melalui panggilan telepon dan pesan teks, namun tidak menerima respon langsung.

Sebaliknya, Kapolres meneruskan beberapa laporan berita yang berisi pernyataan yang ia keluarkan sesaat setelah kejadian.

Dalam pernyataan-pernyataan itu, Denis Arya Putra mengatakan bahwa operasi diluncurkan sebagai respons terhadap serangkaian gangguan keamanan di sepanjang koridor jalan trans Nabire–Enarotali, termasuk penembakan yang menyasar kendaraan sipil dan tindakan vandalisme oleh individu tak dikenal.

Menurut Kapolres, personel dari Satuan Tugas Brigade Mobil (Brimob) Resimen III sedang melakukan patroli rutin dan operasi penyisiran di area Kali Kasuari dan Idadagi ketika diduga diserang oleh kelompok bersenjata di Desa Idadagi.

Para petugas kemudian membalas tembakan dan menembak mati satu orang yang diduga merupakan anggota kelompok bersenjata.

“Karena personel kami diserang oleh kelompok bersenjata, petugas melakukan tindakan tegas dan terukur dan melumpuhkan pelaku. Korban tewas diduga merupakan anggota Batalyon 03 Dogiyai Kodap XI TPNPB-OPM bernama Napison Tebai,” kata Denis Arya Putra pada hari Minggu (10 Mei 2026).

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer