Penggantian jabatan Komisaris PT Irian Bhakti Mandiri dengan Abdul Kadir menggantikan Julien Y. Wonda menjadi sorotan. Melo Hironimus ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) dalam perusahaan tersebut. Gubernur Fakhiri menegaskan pentingnya peran PT Irian Bhakti Mandiri dalam memajukan ekonomi daerah dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Meskipun demikian, ia mengakui adanya sejumlah persoalan serius yang dihadapi perusahaan, seperti masalah tata kelola, kinerja keuangan, dan pengelolaan anak perusahaan.
Menurut Fakhiri, langkah strategis telah diambil dengan pelantikan Komisaris dan penunjukan Plt Direktur Utama untuk melakukan pembenahan menyeluruh di PT Irian Bhakti Mandiri. Dia menyoroti bahwa perusahaan tersebut sangat bergantung pada pembiayaan pemerintah daerah dan menegaskan perlunya manajemen yang profesional serta mematuhi ketentuan hukum.
Fakhiri menekankan pentingnya prinsip good corporate governance dan good governance dalam mengelola BUMD dan anak perusahaan. Ia meminta agar kebijakan dan rekomendasi yang diterapkan didasarkan pada data valid, analisis tajam, serta keberpihakan pada keadilan dan kesejahteraan masyarakat, khususnya orang asli Papua. Selain itu, Fakhiri juga mengajak OPD dan Forkopimda untuk menjadikan PT Irian Bhakti Mandiri sebagai mitra strategis dalam memajukan Papua menuju masa depan yang lebih cerah dan harmonis.

