Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI-I) mendesak pemerintah kabupaten dan Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten Intan Jaya untuk segera membentuk panitia khusus (Pansus) Kemanusiaan guna menyelidiki kasus penembakan di Kampung Soanggama. Kejadian tragis ini menewaskan 12 warga sipil pada tanggal 15 Oktober 2025 di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Mahasiswa juga menuntut adanya investigasi independen dan transparan oleh Komnas HAM terkait tragedi Soangama berdarah.
Selain itu, GPMI-I mendorong pemkab dan DPRK untuk membantu mahasiswa dan tokoh masyarakat Intan Jaya dalam berdialog langsung dengan Presiden atau Menko Polhukam guna menemukan solusi bagi konflik yang terjadi di wilayah tersebut. Konflik bersenjata yang terus berlanjut sejak 2019 telah mengakibatkan dampak serius bagi masyarakat, seperti pengungsian, hilangnya mata pencaharian, trauma psikologis, dan keterbatasan akses terhadap layanan dasar.
Sikap tegas ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keadilan dan kemanusiaan bagi masyarakat Intan Jaya. Apabila tuntutan ini tidak direspons, GPMI-I siap melakukan aksi konsolidasi nasional untuk menyuarakan aspirasi mereka. Situasi semakin memprihatinkan setelah tragedi pembunuhan di Kampung Soanggama, yang belum diusut secara transparan dan tuntas. Pendekatan keamanan yang dilakukan dinilai belum mampu menyelesaikan konflik, bahkan memperburuk krisis kemanusiaan yang sedang dialami masyarakat.

