Wednesday, June 17, 2026
HomeTEKNOLOGIGelombang Boikot ChatGPT Usai Terima Kontrak Departemen Perang AS

Gelombang Boikot ChatGPT Usai Terima Kontrak Departemen Perang AS

Gelombang boikot terhadap perusahaan OpenAI dan CEO Sam Altman tengah mengguncang internet setelah keputusan mereka untuk menyuplai teknologi kecerdasan buatan untuk kebutuhan militer Amerika Serikat. Sebelumnya, kecerdasan buatan seperti ChatGPT dirancang untuk membantu manusia dalam berbagai tugas sehari-hari. Namun, keputusan OpenAI untuk bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS memicu gelombang protes dari masyarakat internet dengan tagar “Cancel ChatGPT”. Kontroversi semakin mengemuka ketika perusahaan AI bernama Anthropic ditolak oleh Pemerintahan Trump karena prinsip yang menolak penggunaan teknologi AI untuk senjata otonom dan pengawasan massal.

Di tengah konflik ini, CEO OpenAI, Sam Altman, melihat peluang emas untuk menempatkan perusahaannya di posisi yang menguntungkan. Altman berjanji bahwa teknologi AI dari OpenAI tidak akan digunakan untuk pengawasan massal, namun klaim tersebut dibantah oleh pihak pemerintah AS. Penggunaan teknologi AI dalam pengawasan massal dapat diterapkan secara hukum di bawah Undang-Undang Patriot, yang meningkatkan kekhawatiran masyarakat terkait privasi dan etika penggunaan teknologi AI. Keputusan Altman untuk menyediakan teknologi AI ke militer AS memicu debat moral dan etika yang semakin memanas di kalangan pengguna internet.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer