Micro drama China telah menjadi fenomena baru dalam dunia hiburan digital dengan episode singkat berdurasi sekitar dua menit. Fenomena ini berhasil meraih popularitas di China dan bahkan telah merambah pasar global, termasuk Amerika Serikat dan Asia Tenggara.
Di Indonesia, tren ini terlihat dari pertumbuhan layanan streaming. iQIYI International mencatat peningkatan signifikan jumlah pengguna di Indonesia setelah meluncurkan kembali layanannya, dengan jumlah pengguna aktif bulanan hampir dua kali lipat dan jumlah pelanggan berbayar meningkat sekitar lima kali lipat. Berdasarkan laporan Media Partners Asia (MPA), iQIYI menjadi platform OTT terbesar keempat di Indonesia berdasarkan jumlah pengguna aktif.
Makanya, Indonesia dipandang sebagai pasar streaming yang memiliki potensi pertumbuhan yang besar di kawasan Asia Tenggara. Laporan MPA juga menunjukkan bahwa jumlah pelanggan streaming berbayar di Indonesia meningkat 23 persen sepanjang 2025. Meskipun demikian, pasar streaming di Indonesia bersama dengan Thailand, Filipina, Malaysia, dan Singapura telah melampaui 61 juta pelanggan.
Beberapa alasan mengapa micro drama China begitu populer termasuk durasinya yang singkat, sehingga mudah ditonton di sela aktivitas. Format ini juga cocok dengan kebiasaan konsumsi konten generasi mobile yang senang menonton video singkat di smartphone. Fenomena micro drama China ini bukan hanya mengubah tren hiburan digital di dalam negeri, namun juga menarik minat pasar global yang semakin luas.

