Dekan FISIP Uncen Dorong Riset Antropologi Jadi Dasar Pembangunan Papua
Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, Dr. Marlina Flassy, menegaskan bahwa riset antropologi tidak boleh berhenti di ruang akademik. Menurut dia, hasil penelitian para dosen perlu ikut memberi arah dalam pembangunan Papua, terutama karena banyak kajian yang selama ini sudah lahir dari pengalaman dan persoalan nyata masyarakat Papua.
Riset Kampus Diminta Masuk ke Arah Pembangunan
Marlina menyebut sejumlah dosen antropologi Uncen telah menghasilkan karya riset yang relevan dengan kehidupan orang Papua. Karena itu, data dan temuan yang terkumpul seharusnya tidak hanya menjadi dokumen ilmiah, tetapi juga dapat diterjemahkan ke dalam program pembangunan berkelanjutan di Papua. Ia menilai kolaborasi antara antropolog Uncen dan pemerintah daerah bisa menjadi ruang penting untuk menghadirkan gagasan yang lebih tepat sasaran.
Ia juga mendorong para dosen agar lebih aktif meneliti isu-isu budaya dan sosial yang masih berkembang di Papua. Baginya, riset semacam ini penting agar pembangunan tidak berjalan dengan pendekatan seragam, melainkan lebih peka terhadap kondisi masyarakat setempat.
Pendekatan Budaya Dinilai Lebih Relevan
Dalam pandangan Marlina, pembangunan Papua memerlukan pendekatan budaya yang kuat. Papua memiliki keragaman budaya, bahasa, dan lingkungan yang sangat khas, sehingga kebijakan pembangunan tidak bisa dilepaskan dari pemahaman atas realitas tersebut. Pendekatan ini dianggap mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan yang selama ini dihadapi di wilayah itu.
Dengan menempatkan budaya sebagai dasar, pembangunan di Papua diharapkan tidak hanya mengejar target fisik, tetapi juga menyentuh kebutuhan sosial dan identitas masyarakat. Di titik inilah, antropologi dinilai memiliki posisi strategis.
Tridarma dan Tanggung Jawab Ilmiah
Wakil Rektor III Universitas Cenderawasih, Dr. Septinus Saa, turut menekankan pentingnya pendidikan antropologi dalam tanggung jawab ilmiah perguruan tinggi. Ia mengingatkan bahwa tridarma perguruan tinggi—penelitian, pembelajaran, dan pengabdian kepada masyarakat—merupakan bagian yang tak terpisahkan dari peran ilmu antropologi dalam pembangunan Papua.
Melalui pemahaman yang lebih kuat terhadap budaya Papua, khususnya dari sudut pandang antropologi, diharapkan lahir pendekatan pembangunan yang lebih efektif dan lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen para dosen Uncen untuk terus menghasilkan riset yang berkualitas dan aplikatif pun dipandang sebagai modal penting bagi Papua ke depan.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.

