Saturday, August 15, 2026
HomeHEADLINEDampak Rencana Migas di Jayapura: Kisah Nelayan Papua

Dampak Rencana Migas di Jayapura: Kisah Nelayan Papua

Nelayan Jayapura Terdampak Rencana Migas Northern Papua

Jayapura – Dermaga Dok 9, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura, Papua ramai dengan aktivitas nelayan. Para nelayan khawatir masa depan mereka terancam akibat pemutusan rumpon dalam proyek Blok Migas Northern Papua yang dilakukan oleh PT Huatong Service Indonesia (HSI).

Perjuangan Para Nelayan

Nelayan di Distrik Jayapura Utara dan Selatan Kota Jayapura sangat tergantung pada rumpon sebagai sumber utama tangkapan ikan. Rumpon ini diputus paksa oleh kapal surveyor HSI untuk pemetaan potensi migas, tanpa adanya sosialisasi kepada nelayan.

Sekitar 4.200 keluarga nelayan di Kota Jayapura terdampak pemutusan rumpon, yang menyebabkan produksi ikan turun drastis. Selain mengganggu ekonomi nelayan, hal ini juga berdampak negatif pada kedaulatan pangan Kota Jayapura.

Aksi Protes dan Penolakan

Ratusan nelayan yang terdampak pemutusan rumpon menggelar aksi protes di Kantor Dinas Kelautan dan Perikanan Papua. Mereka meminta ganti rugi atas kerugian yang diderita akibat kebijakan tersebut.

Nelayan menolak wacana proyek Blok Migas Northern Papua karena potensi kerusakan lingkungan yang dapat berdampak jangka panjang bagi kehidupan mereka. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan keputusan terkait proyek migas tersebut.

Dampak kerusakan lingkungan dari proyek migas di pesisir Jayapura dapat mengganggu ekosistem laut secara signifikan, mempengaruhi mata pencaharian nelayan, dan merusak keanekaragaman hayati di wilayah tersebut.

Koordinator nelayan, Asbani Wiyawari, menegaskan perlunya perlindungan dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan terkait proyek migas di wilayah tersebut.

Potensi Migas vs. Dampak Lingkungan

Pemerintah dan perusahaan yang terlibat dalam proyek migas di Blok Migas Northern Papua diharapkan untuk memperhitungkan dampak lingkungan yang dapat ditimbulkan oleh kegiatan eksploitasi sumber daya alam ini. Penting untuk melibatkan masyarakat dalam seluruh proses pengambilan keputusan guna menjaga keberlanjutan lingkungan dan mata pencaharian nelayan di wilayah tersebut.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer