Sebuah laporan internasional mengungkap bahwa seorang peretas telah menggunakan kecerdasan buatan Claude, yang dimiliki oleh Anthropic, untuk mencuri sekitar 150 GB data sensitif pemerintah Meksiko. Data yang dicuri termasuk catatan wajib pajak, data pemilih, kualifikasi karyawan, dan berkas catatan sipil. Serangan ini diketahui dimulai pada bulan Desember dan berlangsung selama hampir sebulan. Peretas menggunakan Claude untuk mengidentifikasi kerentanan dalam jaringan, membuat skrip eksploitasi, dan mengotomatiskan pencurian data. Mereka menyamarakan Claude dengan membuat program “bug bounty”, berhasil melewati penghalang keamanan model tersebut. Dengan manipulasi yang terus-menerus, Claude menghasilkan ribuan laporan teknis, termasuk rencana serangan mendetail dan target internal yang dapat diretas.

