Pemerintah Provinsi Papua Tengah Berencana Membangun Jembatan Timbang di Nabire
Pemerintah Provinsi Papua Tengah berencana membangun jembatan timbang di Nabire, ibu kota Provinsi Papua Tengah.
Kepala Angkutan Darat di Badan Pengelolaan Transportasi Provinsi Papua Tengah, Yunius Tabuni, mengatakan proyek jembatan timbang ini diharapkan selesai dalam tahun fiskal 2026.
Perjuangan Menemukan Lokasi yang Tepat
“Anggaran untuk pembangunan jembatan timbang ini sudah tersedia. Namun, tantangan utamanya adalah menentukan lokasi yang sesuai,” ungkap Tabuni dalam pernyataan tertulis pada Rabu (24 Juni 2026).
Tabuni menjelaskan bahwa pemilihan lokasi memerlukan pertimbangan yang hati-hati. Beberapa lokasi sudah disurvei, namun masalah yang berkaitan dengan kepemilikan lahan masih belum terpecahkan. Sebagian besar lokasi potensial dimiliki secara pribadi oleh penduduk setempat, yang memerlukan proses akuisisi tanah dan biaya kompensasi.
Kantornya terus melakukan survei dan menilai beberapa lokasi yang dianggap cocok untuk proyek tersebut.
Lokasi potensial mencakup area di dekat jalan masuk Samabusa, perbatasan Kota Nabire, dan area Topo di pinggiran kota. Namun, belum ada keputusan final karena lokasi harus memenuhi persyaratan teknis dan pertimbangan status tanah.
Peran Jembatan Timbang yang Direncanakan
Jembatan timbang yang direncanakan bertujuan untuk memantau dan memastikan kendaraan pengangkut mematuhi batas berat legal.
Menurut Tabuni, pemantauan muatan kendaraan diperlukan untuk mencegah kerusakan jalan yang disebabkan oleh kendaraan yang kelebihan beban atau melebihi dimensi dan batas berat yang diizinkan, yang biasa dikenal di Indonesia sebagai over-dimension and overloading (ODOL). Fasilitas ini juga akan membantu meningkatkan keselamatan jalan dan mencatat data angkutan barang.
“Kendaraan yang menggunakan jalan harus beroperasi dalam kapasitas yang ditetapkan dan tidak boleh membawa beban melebihi batas yang diizinkan. Hal ini penting untuk memastikan bahwa jalan yang kita bangun tetap tahan lama dan dapat digunakan untuk jangka waktu yang lama,” ungkapnya.
Tabuni mengakui bahwa proyek ini masih menghadapi tantangan terkait pemilihan lokasi, namun ia optimis bahwa konstruksi akan selesai tahun ini sesuai target.
Ia mengatakan dana untuk proyek tersebut sudah dialokasikan dan perencanaan telah dilakukan secara ekstensif. Pemerintah provinsi kini menunggu hasil studi kelayakan dan penyelesaian masalah terkait tanah agar konstruksi dapat dimulai dalam waktu dekat.

