Thursday, June 18, 2026
HomeHEADLINECatatan Festival Media Nabire: Memerangi Bias, Mencakup Inklusi

Catatan Festival Media Nabire: Memerangi Bias, Mencakup Inklusi

Pada sore hari di Bandara Lama Nabire, Papua Tengah, atmosfer terasa hangat saat acara Festival Media se-Tanah Papua 2026 berlangsung. Antusiasme para peserta dari berbagai kalangan terasa sangat kuat. Dalam acara tersebut, Citra Dyah Prastuti, Wakil Ketua Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Pusat, memperkenalkan sebuah pertanyaan reflektif kepada para hadirin, yaitu “Apa yang tidak kelihatan dari saya?”

Citra memberikan penjelasan mengenai identitas yang dapat terlihat seperti gender dan suku, serta hal-hal yang tersembunyi seperti agama dan usia. Bagi Citra, pemahaman mengenai identitas merupakan langkah awal untuk memahami konsep GEDI (Gender, Equality, Diversity, and Inclusion) yang harus diterapkan dalam dunia media di Papua.

Dalam sesi tersebut, Citra membahas perbedaan antara kesetaraan (equality) dan keadilan (equity) dengan menggunakan analogi sepeda. Ia menjelaskan bahwa kesetaraan berarti semua orang memiliki sepeda yang sama, tetapi keadilan adalah memberikan sepeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Citra menekankan pentingnya aspek gender dan inklusi dalam penulisan proposal bantuan dana agar sesuai dengan standar yang diinginkan oleh pihak donor internasional. Ia juga menggarisbawahi problematika bias tak sadar yang sering menghantui para jurnalis dalam pembuatan berita.

Selain itu, Citra juga memperhatikan realitas sosial di sekitarnya yang sering dianggap biasa, namun sebenarnya merupakan cerminan dari ketimpangan gender dan sosial yang ada. Ia menyoroti pentingnya memberikan representasi yang seimbang dalam konten media agar lebih relevan bagi pembaca dari berbagai latar belakang.

Acara Festival Media se-Tanah Papua 2026 ini diharapkan dapat menjadi wadah untuk melawan bias dan merangkul inklusi dalam dunia jurnalistik di Papua. Melalui kesadaran akan pentingnya keberagaman dan kesetaraan, diharapkan media dapat menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat.

Dengan demikian, Festival Media di Nabire bukan hanya sekadar acara biasa, namun juga merupakan panggung untuk melawan diskriminasi dan mendorong inklusi di dunia media.

Source link

BERITA TERKAIT

Berita Populer