Sebuah penemuan menarik telah dilakukan oleh para arkeolog terkait dengan sebuah bejana minum keramik kuno Mesir berusia 2.200 tahun yang mengungkapkan adanya residu organik dari tanaman psikedelik di dalamnya. Bejana tersebut dulunya berisi koktail beralkohol dan halusinogen yang kemungkinan dikonsumsi atas nama dewa Bes, dewa kuno yang terkait dengan musik dan kegembiraan. Para ilmuwan telah menemukan lebih dari 380 bejana Bes dalam peradaban Mesir kuno, namun isinya selalu menjadi misteri.
Penemuan ini memberikan cahaya baru terhadap spekulasi yang ada selama ini tentang penggunaan bejana dengan kepala Bes dan jenis minuman yang terdapat di dalamnya. Beberapa ahli berspekulasi apakah bejana ini digunakan untuk keperluan sehari-hari, keagamaan, atau dalam ritual magis. Wadah yang ditemukan dengan jejak tanaman halusinogen memberikan informasi berharga dan mendorong pemahaman yang lebih dalam terkait dengan praktik konsumsi zat halusinogen pada masa lalu.
Penelitian ini telah dilakukan oleh tim ilmuwan dari AS dan Italia yang mempelajari bejana tersebut, yang sebelumnya disumbangkan ke Museum Seni Tampa pada tahun 1984. Temuan ini mengkonfirmasi bahwa beberapa orang Mesir kuno mungkin mengonsumsi zat halusinogen, memberikan informasi yang berharga terkait dengan praktik keagamaan dan budaya pada masa lalu.

