Pada hari Rabu (4/3/2026), Apple memperkenalkan MacBook Neo sebagai laptop termurah yang pernah mereka produksi dengan harga mulai dari USD599 (Rp10.063.200). MacBook Neo menargetkan pasar pelajar dan pembeli laptop pertama dengan rangkaian warna ceria yang menarik. Apple mengambil langkah ini sebagai respons terhadap lesunya pasar komputer pribadi (PC) dan ponsel pintar global, serta krisis harga chip memori yang sedang terjadi.
Dengan memasukkan cip A18 Pro, yang merupakan otak dari iPhone 16 Pro, Apple berhasil mencapai performa laptop yang 50 persen lebih cepat untuk aktivitas sehari-hari daripada laptop Windows terlaris yang menggunakan prosesor Intel Core Ultra 5. Langkah ini merupakan strategi yang cerdas dari Apple untuk mendaur ulang teknologi yang sudah ada sehingga bisa menawarkan MacBook Neo dengan harga yang lebih terjangkau.
Dengan langkah ini, Apple tidak hanya membidik pasar profesional kelas atas, tetapi juga mengincar pangsa pasar yang selama ini dikuasai oleh Google dengan lini Chromebook dan laptop Windows kelas bawah. Diharapkan MacBook Neo dapat memberikan pengalaman menggunakan laptop yang premium namun tetap terjangkau bagi pelajar dan pembeli laptop pertama. Francisco Jeronimo dari lembaga riset IDC berpendapat bahwa tantangan sebenarnya bagi Apple bukanlah menjual MacBook dengan harga terjangkau, tetapi bagaimana mereka dapat menyeimbangkan antara biaya, performa, dan mendukung citra merek Mac.

