Amazon Web Services (AWS), raksasa teknologi dengan fasilitas komputasi awan bernilai triliunan rupiah di Uni Emirat Arab, mengalami kerugian besar akibat serangan drone di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah. Pusat data di UEA dan Bahrain dilaporkan rusak parah, menunjukkan bahwa infrastruktur digital tidak luput dari serangan fisik. Serangan itu terjadi dalam konteks ketegangan di Timur Tengah, di mana Iran melancarkan balasan terhadap AS dan Israel yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Meskipun disebut sebagai “hantaman objek” oleh pihak Amazon, kenyataannya adalah fasilitas komputasi awan milik perusahaan tersebut lumpuh total akibat tindakan militer langsung. Peristiwa ini menggambarkan pergeseran nilai geopolitik, di mana data dan kecerdasan buatan (AI) kini memiliki nilai strategis yang lebih tinggi daripada minyak bumi. Dengan demikian, fasilitas cloud sekarang menjadi target militer yang menantang, mengintai potensi kelumpuhan internet global.

