Pesawat tempur F-15E Strike Eagle merupakan tulang punggung kekuatan serang Angkatan Udara AS dan dianggap sebagai “pesawat tempur tak terkalahkan” Angkatan Udara. Pada malam tanggal 3 April, pejabat AS mengkonfirmasi bahwa sebuah jet tempur AS telah ditembak jatuh di Iran. Menurut The Guardian, pesawat tempur yang jatuh tersebut adalah F-15E Angkatan Udara AS dengan dua awak. Kedua pilot berhasil melontarkan diri menggunakan parasut dan salah satunya telah ditemukan pada pagi hari tanggal 4 April.
F-15 Eagle pertama kali beroperasi dengan Angkatan Udara AS pada akhir 1970-an dan dirancang untuk memastikan superioritas Amerika atas pesawat tempur Soviet. Meskipun F-15 dianggap sebagai “raja” langit selama tiga dekade, kemunculan pesawat tempur siluman F-22 Raptor mulai menggeser posisinya.
Pesawat tempur F-15 Eagle telah terlibat dalam berbagai operasi militer AS tanpa mengalami kerugian akibat tembakan musuh sebelum kejadian di Iran. Keberhasilan pesawat tersebut dalam pertempuran menjadikannya dikenal sebagai “jet tempur tak terkalahkan” Angkatan Udara AS sebelum era F-22 Raptor.

