Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah mengumumkan keputusan penting terkait penggunaan platform digital bagi anak-anak. Melalui Permen No 9/2026, Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid telah menegaskan bahwa mulai 28 Maret 2026, akun anak di bawah usia 16 tahun pada platform berisiko tinggi, termasuk di antaranya Roblox, akan dinonaktifkan secara bertahap. Keputusan ini diambil karena platform digital seperti TikTok, Instagram, YouTube, dan Roblox dianggap memiliki risiko tinggi terhadap keamanan anak, terutama terkait bahaya konten negatif seperti konten pornografi dan kekerasan, cyberbullying, dan adiksi digital.
Para orang tua mungkin merasa bingung dengan keputusan ini, karena di satu sisi keamanan anak menjadi prioritas utama, namun di sisi lain mereka khawatir anak-anak akan kehilangan wadah kreativitas mereka. Namun, meski akses bermain akan diperketat, para ahli dan praktisi pendidikan menyarankan agar orang tua melihat masalah ini dari berbagai sudut pandang. Sebab, Roblox tidak hanya tentang bermain game, tetapi juga memiliki sisi lain yang lebih luas yaitu Roblox Studio.
Roblox Studio adalah perangkat pengembangan profesional yang digunakan untuk membuat game, bukan hanya memainkannya. Melalui Roblox Studio, anak-anak dapat belajar bahasa pemrograman, logika matematika, dan desain 3D. Yang menggembirakan, hingga saat ini belum ada regulasi yang melarang penggunaan Roblox Studio karena tujuannya yang fokus pada edukasi dan produktivitas.
Dalam menghadapi aturan baru dari Komdigi, Timedoor Academy menawarkan sebagai solusi bagi orang tua yang ingin mengarahkan minat digital anak ke jalur yang positif. Sebagai gantinya membiarkan anak-anak kecewa karena akun mereka dinonaktifkan, ini adalah momen yang tepat untuk mentransformasi mereka dari sekadar Pengguna menjadi Pencipta. Mari dukung penggunaan platform digital yang mengedepankan edukasi dan kreativitas anak-anak, sehingga mereka dapat tetap berpartisipasi dalam dunia digital dengan aman dan bermanfaat.

