Penelitian terbaru mengungkapkan kemampuan deteksi wajah berbasis AI dan upaya untuk meningkatkannya. Para peneliti dari Inggris melakukan uji coba dengan 664 sukarelawan yang terdiri dari super-recognizer dan orang-orang dengan kemampuan pengenalan wajah yang tipikal. Hasilnya menunjukkan bahwa kedua kelompok tersebut mengalami kesulitan dalam mendeteksi wajah AI, meskipun super-recognizer menunjukkan hasil yang sedikit lebih baik setelah menjalani sesi pelatihan singkat selama 5 menit sebelum diuji. Kedua kelompok diuji dengan gambar AI yang semakin realistis, menimbulkan tantangan baru dalam deteksi penipuan. Menurut peneliti psikologi Eilidh Noyes, kemajuan dalam pembuatan gambar AI yang realistis menunjukkan pentingnya peningkatan kemampuan deteksi wajah berbasis AI.

